SorotInformasi.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tahun 2025 pada 2–3 Mei 2025 di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam tata kelola kehutanan yang berkelanjutan.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam sambutannya menegaskan pentingnya reformulasi hubungan antara pusat dan daerah guna menciptakan relasi yang lebih sehat, adil, dan produktif.
“Sentralisasi yang ekstrem di masa lalu tidak menyejahterakan daerah. Desentralisasi setelah reformasi memang membawa berkah, namun juga memunculkan tantangan baru seperti desentralisasi korupsi dan kerusakan lingkungan,” ujar Raja Antoni, dikutip dari portal resmi Kemenhut, Sabtu (3/5/2025).
Ia menyerukan perlunya pola kepemimpinan yang kolaboratif dan terbuka dalam menangani isu kehutanan yang kompleks dan lintas sektor. Menurutnya, komunikasi yang konsultatif antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam mencari solusi nyata di lapangan.
“Saya mengajak semua kepala dinas kehutanan di provinsi dan kabupaten/kota untuk membuka ruang komunikasi dan kerja sama. Tidak mungkin pusat menyelesaikan semua masalah kehutanan tanpa dukungan penuh dari daerah,” tegasnya.
Menhut juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa keberlanjutan harus tetap menjadi prinsip utama dalam pengambilan kebijakan.
“Hutan harus tetap lestari, pembangunan tidak boleh berhenti, dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi tujuan utama. Ini bukan hal mudah, tapi inilah pedoman kita,” kata Raja Antoni.
Forum Rakornas ini diharapkan mampu melahirkan rumusan kebijakan yang konkret, termasuk dalam hal perbaikan regulasi yang mampu menempatkan pusat dan daerah dalam posisi yang proporsional serta saling mendukung dalam membenahi sektor kehutanan nasional.